Kelok Sambilan, Pemandangan alam Eksotik Nagari Minang

kelok sambilan


Kelok sambilan adalah nama untuk ruas jalan sekaligus jembatan yang menghubungkan provinsi Sumatera Barat dengan provinsi Riau di kecamatan Harau, kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia. Kelok Sambilan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera di kilometer 146 dan kilometer 148. Jalan ini dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1932 dan memiliki sembilan kelokan ke kiri dan ke kanan, sehingga dinamakan Kelok 9(sambilan).

Sejak tahun 2003, mulai dilakukan pembangunan jembatan sekaligus ruas jalan baru di sekitar Kelok sambilan. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, dengan 964 meter di antaranya merupakan jembatan dengan lebar mencapai 13,5 meter dan tinggi pelindung di sisi kiri dan kanan 1 meter. Pembangunan ini ditangani dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan empat jembatan sepanjang 720 meter dengan jalan penghubung sepanjang 1.950 meter, sedangkan tahap kedua akan membanguan dua jembatan sepanjang 250 meter dan jalan penghubung sepanjang 1 km. Saat ini, pembangunan tahap satu telah selesai pengerjaannya. Sementara itu, pembangunan tahap dua yang ditaksir akan menelan biaya Rp187 miliar, ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2012. Setelah kedua tahapan pembangunan selesai, ruas jalan lama nantinya akan difungsikan sebagai objek wisata.

Pembangunan dan pengalokasian anggaran dilakukan secara bertahap sejak tahun 2003 hingga tahun 2012. Dari tahun 2003 sampai 2007, masing-masing menghabiskan biaya Rp10,345 miliar, Rp13,920 miliar, Rp10,725 miliar, Rp30 miliar, Rp15 miliar. Sedangkan dari tahun 2007 sampai 2009 Rp173 miliar, dan 2011 Rp60 miliar. Untuk tahun 2012, telah dianggarkan dana senilai Rp198 miliar. Dengan demikian, keseluruhan biaya pembangunan tahap satu jembatan dan jalan Kelok sambilan telah menghabiskan Rp312,99 miliar. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kelok_9)

Fenomena alam yang eksotik dan segarnya udara perbukitan dapat ditemui di kelok 9. Para pengendara kendaraan roda dua dan empat bisa dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau di kelok 9.

Para pengendara Provinsi Riau menuju Sumatera Barat bisa merasakan melintas di jembatan layang (fly over) Kelok Sembilan di Jorong Aie putiah, Nagari Sari Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Jembatan Kelok Sembilan yang merupakan ruas jalan lintas tengah Sumatera yang menembus perbukitan terjal ini terletak antara Sumatera Barat dan Riau, tepatnya di Kabupaten Limapuluh Kota.

Jembatan Kelok Sembilan bermanfaat untuk mengurangi kemacetan, di atas ruas jalan Kelok Sembilan ini dibangun jalan layang yang disebut jembatan Kelok Sembilan.

Sudah lama, daerah itu dikenal dengan sebutan Kelok Sembilan. Penduduk di sana menamai daerah itu Kelok Sembilan karena jalanan di daerah itu memiliki 9 belokan atau kelokan. Ruas jalan yang tampak zig-zag menuruni lereng bukit ini dibangun pada zaman Belanda, tahun 1908 sampai 1914.

kelok sambilan dari udara


Meskipun jalannya menanjak dan berkelok-kelok, jalur ini menjadi favorit para pengendara. Sebab, jalur ini merupakan yang paling dekat menghubungan kata Padang dan Pekanbaru yang jaraknya 350 km. Dari Pekanbaru Kelok Sembilan terletak 180 km atau 25 kilometer dari kota Payakumbuh.

Pemandangan di daerah Kelok Sembilan sangatlah elok. Untuk menikmati panorama Kelok Sembilan, tempat paling pas adalah di ruas jalan paling atas. Di belokan paling atas ini terdapat bahu jalan yang cukup luas, sehingga kendaraan bisa parkir dengan aman.

Karena ada 9 kelokan, ruas jalan di daerah ini disebut Kelok Sembilan.

Pada saat-saat tertentu, di daerah ini sering terjadi kemecetan. Selain disebabkan oleh ruas jalan yang sempit, di sini juga sering terjadi kendaraan mogok karena tidak kuat menanjak.

Syukurlah, untuk mengatasi kemacetan itu, sejak tahun 2003 mulai dibangun ruas jembatan Kelok Sembilan yang terletak di kilometer 146 dan 148.

Jembatan itu panjangnya 2.537 meter, terdiri atas 980 meter berupa jembatan yang terbagi dalam enam buah jembatan dan 1.557 meter berupa jalan raya biasa di lereng bukit.

Jembatan Kelok Sembilan menelan biaya sekitar 500 milyar rupiah dan selesai pada akhir tahun 2012.

Jalur Kelok Sembila merupakan jalur padat. Menurut penelitian, jalur ini dilalui sekitar 6.800 kendaraan setiap hari. Sedangkan pada hari libur, kendaraan yang lalu lalang di tempat ini mencapi 11.350 kendaraan. (Sumber: http://www.minangkabaunews.com/artikel-2932-fenomena-alam-eksotik-kelok-9-sumatera-barat.html)


Bagikan Artikel Ini

Baca Juga

Mungkin Anda Suka

Komentar