Standar Safety Pelayanan Darat Pesawat Udara

Standar Safety Pelayanan Darat

Kasus tersambarnya bagian kepala petugas porter oleh propeller pesawat udara Wings Air di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pada 14 Oktober lalu, menunjukkan betapa dalam memberikan pelayanan jasa penerbangan, belum semua petugas melaksanakan aspek 3S + 1C (Safety, Security, Service + Compliance) yang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara digunakan sebagai “Standar Pelayanan Jasa & Sasaran Kinerja Penerbangan Sipil” untuk menekan/ meminimalisasi angka kecelakaan (minimize accident).

Aspek 3S + 1C memiliki pengertian:

1. Senyum, Sapa dan Salam.
2. Utamakan dan budayakan keselamatan.
3. Berikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik.
4. Pergunakan regulasi yang sesuai (standar).
5. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Standar keamanan selama proses pelayanan pesawat udara di darat sudah ada secara baku, selalu dikampanyekan dan update, serta harus dilaksanakan antara lain:

1. Beberapa waktu sebelum pesawat udara mendarat (sesuai kesepakat­an antara penyelenggara angkutan udara & bandar udara), GSE (ground support equipment) baru diizinkan berada di “equipment staging area” (ESA) disekitar parkir pesawat udara, yang sebelumnya berada pada “equipment parking area (EPA)”.
2. Pesawat udara diparkir di apron, di “parking stand”. sesuai urutan dalam “aircraft safety area” (ASA) yang dibatasi oleh “apron safety lines” (ASL).
3. Ground support equipment (GSE) baru diizinkan mendekati pesawat udara setelah beberapa prosedur dilakukan:
- Pengganjal roda (block whell) telah dipasang.
- Mesin penggerak telah dimatikan.
- Lampu anti bertabrakan (anti collision light) telah dimatikan.
- Telah mendapat isyarat dari air crew.

Tabloid Aviasi
(Edisi 77 Thn VII – November 2014)
tabloidaviasi.com

Mungkin Anda Suka

Komentar